Sumenep, Salam News. Id – Rubaru Agro Culture Festival 2026 resmi ditutup melalui malam puncak yang berlangsung meriah di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Minggu malam. Penutupan festival berlangsung semarak dengan dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, petani, pemuda, serta ribuan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara bersama.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai elemen dalam mempromosikan potensi unggulan Kecamatan Rubaru. Festival menghadirkan beragam kegiatan mulai pameran produk pertanian, bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, hingga promosi hasil olahan pertanian yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Ketua Panitia Rubaru Agro Culture Festival 2026, Saruji, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang berjalan lancar sejak pembukaan hingga malam penutupan festival tersebut. Saruji yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Rubaru mengatakan keberhasilan festival merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan berbagai kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun antara Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, pemerintah desa, panitia, sponsor, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan agenda tahunan tersebut dengan baik. Ia menegaskan tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan festival tidak akan berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan sejak awal perencanaan hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan bersama.
Dalam sambutannya, Saruji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menjaga kelancaran kegiatan sehingga festival berlangsung aman, tertib, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada Forkopimka Rubaru, seluruh kepala desa se-Kecamatan Rubaru, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan festival sejak tahap persiapan hingga malam penutupan berlangsung dengan sukses. Menurut Saruji, Rubaru Agro Culture Festival tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, melainkan juga dirancang sebagai wadah promosi berbagai potensi unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi warga.
Sektor pertanian menjadi fokus utama dalam festival mengingat Rubaru dikenal memiliki hasil pertanian melimpah yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. Selain memperkenalkan hasil pertanian, festival juga memberikan ruang promosi kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang mengembangkan produk olahan berbahan baku hasil pertanian lokal.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat langsung beragam inovasi produk lokal yang memiliki kualitas bersaing serta berpotensi menembus pasar lebih luas pada masa mendatang. Saruji berharap promosi yang dilakukan selama festival mampu meningkatkan daya saing produk unggulan Rubaru sehingga memberikan nilai tambah bagi petani maupun pelaku usaha lokal secara berkelanjutan.
Ia menilai pengembangan sektor pertanian harus dibarengi dengan inovasi pengolahan produk agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. “Tujuan utama kegiatan ini adalah mempromosikan potensi unggulan Rubaru, terutama di bidang pertanian dan berbagai produk olahan masyarakat,” jelas Saruji dalam sambutannya kepada para hadirin.
Ia berharap festival mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui bertambahnya minat konsumen terhadap produk pertanian serta hasil olahan khas Kecamatan Rubaru nantinya. Dalam kesempatan tersebut, Saruji juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai sponsor serta instansi yang telah mendukung pembiayaan maupun kelancaran pelaksanaan seluruh agenda festival secara maksimal.
Beberapa pihak yang mendapat apresiasi di antaranya Koordinator Penyuluh Pertanian, Batoka, Punyayang, serta sejumlah instansi lainnya yang berkontribusi mendukung kesuksesan kegiatan bersama masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pembangunan daerah memerlukan kolaborasi lintas sektor agar setiap program mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama festival tidak berhenti setelah kegiatan selesai, melainkan terus menjadi budaya dalam membangun Kecamatan Rubaru yang semakin berkembang. Kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan pembangunan sekaligus memperkuat potensi ekonomi daerah pada masa depan.
Menutup sambutannya, Saruji mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian Rubaru Agro Culture Festival 2026 berlangsung aman, tertib, kondusif, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat luas setempat.(W/Red)











