Jakarta, Salam News. Id – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan Indonesia kini berada dalam kondisi survival mode menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin kompleks. Ia menegaskan pemerintah harus menjalankan kebijakan dan program secara serius tanpa memberi ruang kesalahan ataupun inefisiensi dalam setiap pelaksanaan kegiatan nasional. Jumat (24/4).
Menurutnya, situasi saat ini menuntut kehati-hatian tinggi karena tidak ada lagi peluang bermain-main dalam mengelola kebijakan fiskal dan ekonomi negara. Purbaya mengingatkan bahwa pengelolaan pajak yang tidak optimal dapat berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi dan berpotensi merugikan keberlanjutan pembangunan nasional.
Ia menilai kedisiplinan dalam pengelolaan penerimaan negara menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bertahan dan bersaing di tengah ketidakpastian global. Karena itu, seluruh program di bawah Kementerian Keuangan akan diawasi ketat untuk memastikan setiap kebijakan berjalan efektif dan memberikan hasil maksimal.

Purbaya menyatakan tidak ingin Indonesia tertinggal dari negara lain akibat lemahnya implementasi kebijakan ataupun kurangnya pengawasan terhadap program strategis pemerintah. Ia menegaskan bahwa setiap program harus dijalankan dengan sungguh-sungguh agar tidak memberi celah bagi kegagalan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak lain.
Dalam kondisi survival mode, pemerintah dituntut bekerja lebih cepat, tepat, dan efisien demi menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat daya saing nasional. Purbaya juga menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap seluruh program agar dapat segera mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaan kebijakan.
Selain itu, ia menyebut akan menggunakan seluruh kewenangan yang dimiliki untuk memastikan program berjalan sesuai rencana tanpa penyimpangan berarti. Ia menambahkan bahwa pengawasan yang kuat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Purbaya turut menyinggung kebijakan percepatan pembangunan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Kebijakan tersebut akan diawasi melalui satuan tugas khusus yang bertugas mengidentifikasi berbagai kendala serta mencari solusi efektif dalam pelaksanaannya.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berharap proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat tanpa terhambat oleh birokrasi atau kendala teknis lainnya. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi ruang bagi inefisiensi, terutama yang disengaja, karena hal tersebut dapat merusak sistem secara keseluruhan.
Menurutnya, pembenahan di sektor bea cukai dan perpajakan akan kembali diperkuat guna meminimalkan potensi kebocoran penerimaan negara. Purbaya menyatakan kedua sektor tersebut sudah menunjukkan kemajuan, namun masih terdapat celah yang perlu diperbaiki melalui pengawasan lebih ketat.
Ia menilai peningkatan kualitas sistem menjadi langkah penting untuk memastikan penerimaan negara tetap optimal dan mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Selain itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan yang telah berjalan agar dapat menyesuaikan dengan dinamika ekonomi global.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara secara transparan. Purbaya menegaskan bahwa semua upaya ini merupakan bagian dari strategi bertahan dalam menghadapi tekanan ekonomi yang tidak menentu.
Ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung kebijakan pemerintah dengan bekerja secara profesional, disiplin, dan berorientasi pada hasil nyata. Menurutnya, kerja sama antar lembaga menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh program berjalan efektif dan memberikan dampak positif.
Dengan komitmen kuat dan pengawasan ketat, pemerintah optimistis mampu menghadapi tantangan ekonomi serta menjaga keberlanjutan pembangunan Indonesia ke depan.(*/Red)











