Sumenep, Salam News. Id – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini secara berkelanjutan dan terarah. Pernyataan tersebut disampaikan Hairul Anwar saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG)” yang diselenggarakan DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep, Kamis, 9 Juli 2026.
Forum diskusi tersebut menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan guna membahas pelaksanaan Program MBG sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang muncul selama penerapannya di Kabupaten Sumenep saat ini. Menurut Hairul, Program MBG tidak hanya berfungsi menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik, melainkan menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul yang sehat dan berdaya saing.
Ia menjelaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal dan berkelanjutan. Program MBG, lanjutnya, menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan manusia Indonesia karena berorientasi pada peningkatan kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan generasi penerus bangsa secara menyeluruh.

Hairul menilai keberadaan program tersebut sejalan dengan cita-cita nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata yang menyentuh kebutuhan dasar anak-anak di lingkungan pendidikan. Menurutnya, anak-anak harus dipersiapkan dengan baik sejak masa kandungan hingga memasuki usia sekolah agar memiliki kondisi kesehatan yang kuat serta kemampuan belajar yang optimal.
Dengan pemenuhan gizi yang baik, generasi muda diharapkan mampu berkembang menjadi individu yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi pada masa mendatang. Hairul menegaskan keberhasilan Program MBG tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan distribusi makanan bergizi, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat penerima manfaat.
Oleh sebab itu, evaluasi secara berkala dinilai sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Ia mengatakan setiap pelaksanaan program pemerintah memerlukan mekanisme pengawasan dan evaluasi agar berbagai kekurangan yang ditemukan dapat segera diperbaiki secara cepat dan tepat.
Melalui evaluasi yang berkelanjutan, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan demi mendukung keberhasilan Program MBG dalam jangka panjang. Hairul juga mengapresiasi penyelenggaraan FGD NgomBe karena menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai pihak untuk menyampaikan masukan, kritik, serta rekomendasi konstruktif terhadap program.
Menurutnya, forum diskusi seperti ini memiliki peran strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjadi sarana merumuskan langkah penyempurnaan program secara lebih komprehensif. Masukan dari masyarakat, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, maupun pemangku kepentingan lainnya dinilai sangat penting untuk memperkuat kualitas pelaksanaan Program MBG di lapangan.
Selain itu, Hairul mendorong terbangunnya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mengawal program. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan implementasi Program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional yang menyasar peningkatan kualitas manusia.
Ia menegaskan setiap unsur memiliki peran penting sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan akuntabel. Hairul berharap kerja sama yang terjalin antarpemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar manfaat Program MBG semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan dukungan semua pihak, Program Makan Bergizi Gratis diyakini mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, unggul, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bangsa pada masa depan sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini sehingga investasi pada sektor gizi harus menjadi perhatian bersama.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal dan mendukung pelaksanaan Program MBG agar tujuan besar peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai.(*/Red)











