Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Pesan Malaikat Jibril, Hidayah bagi Umat dan Tiga Golongan yang Dinaungi Allah

- Pewarta

Rabu, 12 Maret 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ustad Juneid

Artikel, Salam News. Id – Pada suatu hari, Jibril, malaikat yang sangat mulia, datang kepada Nabi Muhammad saw. Ia membawa pesan yang mendalam. Jibril berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah selama yang kamu inginkan, karena kamu akan mati.

Cintailah siapa pun yang kamu inginkan, karena kamu akan berpisah dengannya. Lakukan apa pun yang kamu inginkan, karena kamu akan diberi pahala atas perbuatanmu.” Pesan ini mengandung makna yang sangat dalam dan mengingatkan kita akan kefanaan hidup ini.

Ucapan KPU-HPN 2025

Kehidupan ini memang hanya sementara, dan kita semua pasti akan menghadapinya. Pesan dari Jibril ini mengajak kita untuk tidak terlalu terikat pada dunia dan segala isinya. Semua yang kita cintai akan berpisah, dan apa yang kita lakukan akan dihitung sebagai amal.

Allah menjanjikan pahala bagi setiap perbuatan baik yang kita lakukan, namun juga akan ada balasan bagi setiap keburukan.

Nabi Muhammad saw. kemudian melanjutkan sabdanya, menjelaskan tiga golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada Hari Kiamat. “Ada tiga orang yang akan dinaungi Allah di bawah naungan Arsy-Nya pada hari tidak ada naungan selain Allah,” ujar Nabi.

Tiga orang tersebut adalah mereka yang berwudhu meskipun dalam keadaan kesulitan, orang yang berjalan menuju masjid dalam kegelapan untuk shalat berjamaah, dan mereka yang memberi makan kepada orang yang lapar.

Orang yang berwudhu dalam keadaan kesulitan, misalnya pada waktu yang sangat dingin atau sulit, menunjukkan keteguhan hati dan keinginan untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah.

Berwudhu di saat-saat yang berat adalah bentuk pengorbanan dan kesabaran yang luar biasa. Allah memberi penghargaan yang besar bagi mereka yang tetap istiqamah dalam beribadah, meski dalam keadaan sulit sekalipun.

Selain itu, orang yang berjalan menuju masjid dalam kegelapan demi shalat berjamaah juga mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah. Shalat berjamaah adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan melakukannya dalam keadaan gelap atau sulit menunjukkan kesungguhan dan komitmen untuk menjaga ibadah.

Mereka yang melangkah menuju masjid, meskipun harus menghadapi tantangan, akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah.

Baca Juga :  Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih

Nabi Muhammad saw. juga menyebutkan tentang orang yang memberi makan kepada orang yang lapar. Memberi makan kepada orang yang membutuhkan adalah amal yang sangat mulia.

Dalam Islam, memberi makan kepada orang lain bukan hanya sebagai tindakan kebaikan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial. Tindakan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan, baik bagi si penerima maupun bagi yang memberi.

Selanjutnya, Jibril menyampaikan kisah tentang Nabi Ibrahim as. Ketika ditanya mengapa Allah menjadikannya sebagai teman, Nabi Ibrahim menjawab, “Dengan tiga hal: Aku memilih perintah Allah atas perintah orang lain, dan aku tidak memperdulikan apa yang Allah berikan kepadaku, serta aku tidak meninggikan diri.

Aku hanya makan bersama juru masak.” Ketiga hal ini menunjukkan ketulusan hati dan kepasrahan Nabi Ibrahim kepada Allah.

Nabi Ibrahim tidak mendahulukan perintah orang lain atas perintah Allah. Ia menempatkan kehendak Allah di atas segala-galanya. Hal ini mengajarkan kita untuk senantiasa memprioritaskan perintah Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Selain itu, Nabi Ibrahim tidak terlalu memikirkan dunia dan apa yang diberikan oleh Allah kepadanya. Ia tidak mengutamakan harta atau kedudukan, tetapi lebih kepada ketulusan dalam menjalankan perintah Allah.

Nabi Ibrahim juga menunjukkan sifat rendah hati. Meskipun beliau seorang nabi, ia tidak merasa lebih dari orang lain. Beliau bahkan makan bersama juru masak, menunjukkan kesederhanaan dan kerendahan hati.

Ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk tidak merasa sombong dan tetap menjaga hubungan baik dengan sesama.

Nabi Muhammad saw. dalam hadis-hadisnya sering kali menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dan sesama. Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan menjaga shalat berjamaah, berwudhu dalam kesulitan, serta membantu sesama yang membutuhkan.

Semua ini adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan balasan yang dijanjikan oleh Allah sangat besar.

Melalui pesan dari Jibril dan sabda Nabi Muhammad saw., kita diajak untuk merenung dan memperbaiki diri. Hidup ini sangat singkat, dan segala yang kita lakukan di dunia ini akan dihitung sebagai amal yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Oleh karena itu, kita perlu menjalani hidup dengan penuh kesadaran, selalu berbuat baik, dan menjaga hubungan baik dengan Allah serta sesama umat manusia.

Baca Juga :  Tiga Amalan Penyehat Akal dan Penjaga Jiwa: Hikmah Ali bin Abi Talib hingga Ka’b al-Ahbar

Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada Hari Kiamat, dan semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu beribadah dan berbuat kebaikan sepanjang hidup. Aamiin.(Red/Part 11)

Refrensi Kajian,

Kitab Nashaihul Ibad

وقال جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ : يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيْتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِي بِهِ .

وَقَالَ النَّبِيُّ : ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَحْتَ ظِلَّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا لله: المُتَوَضَى فِي المَكَارِهِ، وَالمَاشِي إِلَى المَسَاجِدِ فِي الظُّلَمِ، وَمُطْعِمُ

الجامع .

وقيل لإبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ : لأَيِّ شَيْءٍ اتَّخَذَكَ اللَّهُ خَلِيلاً؟ قَالَ: بِثَلَالَةِ أشياء: الخَتَرْتُ أَمْرَ اللَّهِ عَلَى أَمْرِ غَيْرِهِ، وَمَا اهْتَمَمْتُ بِمَا تَكَفَّلَ اللَّهُ لِي، وَمَ تَعَلَّيْتُ وَمَا تَغَدَّيْتُ إِلَّا مَعَ الشَّيْفِ.

بان يأتي بسته ( ونقلُ الأَقْدَامِ إِلَى الجَمَاعَاتِ) أي إلى الصلاة مع الجماعة (وانتظار الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ) ليصليها في المسجد ومثله انتظار كل خير .

(و) المقالة التاسعة قال جبريل عليه السلام: يا محمد عش ما شئت فإنك ميت) لأن آخر الحي ميت وأحبب من شئت فإنك مفارقه) أي مفارق من شئت بالموت واعمل ما شئت فإنك مجزي به لأن العباد مجزبون بأعمالهم إن خيراً فخير وإن شراً فشر .

(و) المقالة العاشرة (قال النبي : ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَحْتَ ظِلَّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ) أي يوم القيامة (الْمُتَوَضَى فِي المكاره) جمع مكره بفتح الميم والراء أي في أوقات المشقة وهي أوقات البرد الشديد والماشِي إِلَى المَسَاجِدِ فِي الظلم لأجل الصلاة مع الجماعة ( ومطعم الجائع).

( خليلاً؟ قال: بثلاثة أشياء: اخترت أمر الله تعالى على أمر غيره) وفي نسخة بما اخترت أمر الغير على أمر الله تعالى (وما اهتممت بما تكفل الله لي) أي ما قمت يأمر ما تحمل الله لي من الرزق وما تَعَشَيْتُ) أي ما أكلت وقت المساء (وما تغليت) أي ما أكلت وقت الغداة إلا مع الضيف) روي أنه عليه السلام كان يمشي ميلاً أو ميلين لطلب من يأكل معه عليه السلام.

Berita Terkait

Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam Bahasa Arab
Lirboyo versus Kepentingan Politik? Perdebatan Lokasi Muktamar NU Kian Menghangat
Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Bolehkah Menyebut Almarhum? Ini Penjelasan Menyejukkan dari Syekh Ibn Utsaimin
Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih
Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah
Tradisi Jabat Tangan Selepas Salat Jadi Sorotan, Ulama Beri Penjelasan Bijak

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:59 WIB

Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam Bahasa Arab

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:42 WIB

Lirboyo versus Kepentingan Politik? Perdebatan Lokasi Muktamar NU Kian Menghangat

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:53 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:21 WIB

Bolehkah Menyebut Almarhum? Ini Penjelasan Menyejukkan dari Syekh Ibn Utsaimin

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB

Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:32 WIB

Tradisi Jabat Tangan Selepas Salat Jadi Sorotan, Ulama Beri Penjelasan Bijak

Berita Terbaru